اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ SOLAT TIANG AGAMA.. SELAMAT MEMBACA.. ANDA SENYUM KAMI BAHAGIA..

ADAKAH MELAYU SARAWAK JUGA DARI GALUR KETURUNAN DAYAK?

Mari kita selami sejarah yang sepatutnya menjadi sandaran Jati diri yang dimusnah oleh penjajah suatu ketika dahulu. Di sini ada beberapa tafsiran bangsa Kadayan yang boleh melihat jalur keturunan bangsa yang ada di Borneo. Saya sendiri mengakui bahawa saya juga dari  jalur keturunan bangsa Dayak dan bersimilasi menjadi Melayu disebabkan pengaruh dalam satu-satu era yang masih diselidiki. Moyang saya bernama Unggas lebih dekat namanya dengan bangsa Iban di Sarawak.

Kedayan merupakan bangsa campuran Orang Jawa dan Masyarakat Melayu Brunei yang mana peristiwa Sultan Brunei Ke 5 iaitu Sultan Bolkiah (1473-1521) yang rajin singgah di tanah nusantara seperti di kepulauan Jawa, Sumatra, Kalimantan dan termasuklah Di tanah Filipina. Dan di tanah Jawa Baginda dapat melihat aktivitas orang Jawa yang rajin bercucok tanam dan berpadi dan mereka ini dikenali dengan jadi bertanam (hasil tangan mereka yang banyak membuahkan hasil), maka baginda segera menawarkan mereka untuk menetap di Brunei. Setelah di Brunei banyak aktiviti pertanian dibuat dengan giat dan banyak hasilnya lalu Baginda memberikan hadiah. Di sinilah bermulanya ikatan pertalian dan persaudaraan orang Jawa melalui perkawinan campur dengan Masyarakat Melayu Brunei sehingga pada masa kini puak kedayan banyak menetap di Daerah Temburong, Tutong, Belait dan Brunei dan Muara (Jerudong). Dan kemudian berpindah-rendah ada yang menetap di Sabah dan di Sarawak.

Pada tahun 144 masihi, Fa Hsien seorang pandita Buddha berbangsa Cina singgah di Java-Dwipa dan tinggal di sana selama lima bulan [perlu diingat bahawa di dalam dunia purba, Borneo adalah dikenali sebagai Jawa Besar dan pulau Jawa sebenar dikenali dengan Jawa Kecil. Juga kemudian dikenali sebagai Varuna Dvipa dan Java Dvipa]. Di antara Raja Kutai hindu yang terkenal ialah Kudungga, Devawarman, Aswawarman dan Mulawarman.

Dimungkinkan bahawa apa yang disebut sebagai Jawa adalah Pulau Borneo atau juga disebut Kalimantan. Jawa disini bukanlah suku Jawa yang dimaksud tetapi dataran yang dinamai oleh orang luar kepada pulau Borneo. Jawa kecil itulah yang kemungkinan besar adalah pulau jawa saat ini.

Jika merujuk kepada kebesaran Kutai sebelum masa kerajaan Kutai berganti menjadi Kutai Kertanegara adalah pertumbuhan sebuah kerajaan orang asli Borneo yang disebut sebagai kerajaan bangsa Dayak tertua yang juga dimungkinkan peradabannya sebagai tamadun tertua yang berhubungan dengan Altalntis.

Pulau Borneo sangat kaya bahasa. Ada ratusan jenis bahasa di Borneo dan beberapa di antaranya sudah mulai punah. Berdasarkan teori bahasa bahawa dimana kawasan yang terdapat banyak bahasa yang beragam adalah dimungkinkan sebagai tanah asal usul bahasa yang digunakan di kawasan nusantara, ertinya bahawa Kalimantan atau Borneo tersebut merupakan tanah asal masyarakat di pulau nusantara ini.

Jika merujuk kepada struktur dan kosa kata bahasa Kandayan yang ada di kawasan Miri, Brunei, Sabah dan sebagian Kalimantan Timur jelas sudah bahawa orang Kandayan bukanlah suku Melayu. Mereka adalah suku asli Borneo yang kini telah banyak memeluk agama ISlam. Perkataan Melayu pada kata Melayu Kandayan merupakan bias dari pengaruh Islam kedalam suku kaum tersebut sehingga penyebutan istilah "Bahasa Melayu Kandayan" menjadi tercitpa atau dibuat dalam kerangka politik.

Sesungguhnya suku kaum Kandayan yang ada di Brunei itu sendiri adalah orang Borneo asli yang beragama Islam, namun juga perlu diketahui bahwa suku kaum Kandayan bukan hanya saja ada di kawasan Brunei, Miri, Kuala Belait, Tutong, Temburong, Sabah, Kalimantan Timur, namun penamaan Kandayan juga ada di daerah Landak, daerah Bengkayang, daerah Sanggau, daerah Sambas dan daerah Kubu Raya di Kalimantan Barat-Indonesia. Suku kaum Kandayan di Kalbar sebaliknya beragama Kristen baik Katolik ataupun Protestan. Tidak ada perbezaan bahasa yang terlalu signifikan antara Kandayan di Brunei dengan Kandayan di Kalimantan Barat dimana kosa kata bahasa keduanya memiliki pertalian yang sangat erat dan hampir 99% sama. Hanya saja uniknya adalah orang Kandayan di Kalbar mahu menyebut diri sebagai orang asli Borneo dengan sebutan Dayak. Dari segi bahasa Kandayan di brunei dengan Kandayan di Kalbar memiliki kesamaan yang sangat tinggi hanya saja Kandayan di Brunei lebih berafiliasi menyebut diri sebagai "Melayu Kandayan".
Hal tersebut dapat dimaklumi oleh karena pengaruh Islam yang begitu besar pada zamannya. Sebelum Islam ada di Borneo bukankah semuanya beragama kepercayaan dan Hindu yang dihelah oleh kerajaan Kutai semasa itu yang artinya adalah tidak ada Islam, tidak ada Kristen dan tidak ada sebutan Melayu atau pun Dayak.

Sebutan kedua nama "Melayu dan Dayak" sendiri adalah nama eksonem atau nama pemberian orang luar kepada suku kaum Borneo itu sendiri, artinya orang Borneo seharusnya tidak dipecahkan oleh dua istilah tersebut sebab semua berasal dari puak yang sama. Perbezaan agama dan sebutan suku yang kemudian melekat justeru menjadikan penduduk Borneo terpecah belah.

Saya nyatakan hal ini sebab ayah saya seorang suku kaum Kandayan di Kalimantan Barat. Ketika saya membaca kamus Kandayan-Banjar-Indonesia terlihat jelas bahawa Suku Kaum Kandayan yang ada di Brunei memiliki kesamaan kosa kata yang sangat tinggi hanya saja keyakinan kedua Kandayan tersebut kini berbeza yang satu Islam dan yang satu lagi Kristian.

Inilah sebab mengapa saya mau menulis suntingan artikel tersebut bahwa Dayak Kandayan di KAlimantan Barat memiliki kesamaan yang besar dengan Kandayan di Brunei. Jadi ada benarnya juga bahwa orang Kandayan mungkin dahulu pada suatu masa telah menguasai daratan Borneo jauh lebih dahulu dari suku kaum lainnya sebab terlihat jelas bahawa bahasa Banjar juga memiliki kesamaan yang besar dengan bahasa Kandayan di Kalimantan Barat dan Brunei. Ini bererti jelas bahawa pada suatu masa Kandayan pernah berjaya dimana-mana kawasan di pulau Borneo ini. Dia pernah ada di Banjarmasin Kalimantan Selatan dan di Kalimantan Barat serta di sebagian kawasan Sarawak serta Brunei.

Jika kita hendak menyatukan kembali khasanah suku kaum Kandayan hendaklah tidak memandang kepada kepercayaan masing-masing sebab kepercayaan atau agama boleh kita miliki dan juga boleh kita tinggalkan namun darah suku kaum bangsa Kandayan akan mungkinkah terbuang dari tubuh kita?

Kita semua harus dapat menerima perbezaan itu kini sebab Kandayan boleh saja beragama Islam dan boleh saja beragama Ksristian, tiada yang melarang.Artinya apa? artinya adalah orang Kandayan is Kandayan. Ini sangat penting sebagai kajian bersama siapa sesungguhnya suku kaum Kandayan itu?



Pendapat yang bangsa Kedayan itu berasal dari Jawa dan dibawa ke Brunei oleh Sultan Bolkiah juga tidak dipersetujui oleh sebahagian tokoh Kedayan sendiri. Ini kerana dalam cerita rakyat Sarawak khususnya suku Melanau, bangsa Kedayan itu memang sedia ada di Brunei sebelum kedatangan Alak Betatar lagi pada sekitar 1300an. Menurut kisah itu, bangsa Kedayan itu bukan Melayu dan hanya jadi Melayu apabila kesultanan Brunei wujud. Malah jika diambil kira dalam Syair Awang Semaun, orang Kedayan memang wujud di Berakas Brunei semenjak abad ke 14 lagi. Mereka yang dikatakan menolong angkatan perang Johor mencari puteri Burung Pingai yang dilarikan oleh Awang Semaun untuk dijadikan isteri Alak Betatar.

Malah sebahagian tokoh budayawan Kedayan itu sendiri menolak teori Jawa ini dan mengakui kemungkinan yang Kedayan itu berasal dari Kalimantan atau istilah Jawa itu merujuk kepada wilayah Kalimantan yang menerima pengaruh Jawa Majapahit. Malah ada yang bersetuju dengan teori Kedayan berasal dari Kutai. Menariknya, cerita rakyat Kedayan Laila Menchanai itu mirip kisah Puteri Junjung Buih kisah mitos kerajaan Kutai.


sumber : wikipedia

Reactions:

9 comments:

  1. Di sini ada beberapa tafsiran bangsa Kadayan yang boleh melihat jalur keturunan bangsa yang ada di Borneo. Saya sendiri mengakui bahawa saya juga dari jalur keturunan bangsa Dayak dan bersimilasi menjadi Melayu disebabkan pengaruh dalam satu-satu era yang masih diselidiki. Moyang saya bernama Unggas lebih dekat namanya dengan bangsa Iban di Sarawak.

    BalasPadam
  2. Di Jaman Bangsa Dayak Purba, Seluruh Orang Dayak memiliki Bahasa yang satu yaitu RUMPUN BAHASA KANDAYANIK (asal Kata Kanayatn, logat Indonesia / melayu menyebutnya KANDAYAN ). pEMUKIMAN AWAL BANGSA dAYAK ADALAH BORNEO BAGIAN BARAT. Ribuan tahun sebelum masehi, bangsa Dayak mempunyai pusat peradaban (pusat Tamadun) di daerah GUNUNG BAWANG (bengkayan, kalbar sekarang). Peradaban / Tamadun Bangsa Dayak ini berpusat pada KERAJAAN (BANUA) SAPANGKO, Sapangko adalah Nama pendiri kerajaan itu, beliau bergelar SI MULAI JADI, maksudnya adalah orang yang MULAI pertama kali menJADI Raja, istrinya bernama SI JAGAT. Kerajaan sapangko mempunyai beberapa dekade, bahkan sampai ratusan keturunan. Pada suatu masa di kalangan bangsawan (petinggi) di dalam kerajaan terjadi perselisihan hebat, ada beberapa bangsawan yang yang berseberangan, para bangsawan dan warga kerajaan yang mengikutinya (simpatisannya) di racuni dengan sejenis Racun yang tidak mematikan, racun itu di campur ke dalam air yang akan digunakan untuk merendam BUAH KANAYATN atau BUAH KANA atau BUAH JANAYATN atau BUAH JALAYATN. Racun tersebut akhirnya BE-REAKSI (reaction ) dengan nutrisi dari buah kanayatn. Akibatnya seluruh bangsawan yang berseberangan itu tadi dan warga simpatisannya yang mengkonsumsi buah kanayatn tersebut MENJADI SAKIT SENGAU YANG PARAH. Penyakit sengau itu akhirnya mengubah suara vokal dan bahkan membuat kata-kata korbannya menjadi berbeda dari semula..misal penyakit sengau itu menyebabkan orang mengucapkan kata SAMA menjadi SAMU atau SOMU atau SOMO. KATA AKU menjadi OKU atau OKO atau AKI yang akhirnya berubah kembali menjadi AKIN atau IKIN atau IKIT dan lain-lain. BAHASA KANDAYANIK yang berubah inilah yang dikenal dengan sebutan BAHASA BIDAYUHIK. warga yang berbahasa BIDAYUHIK ini lalu bermukim di utara dan timur GUNUNG BAWANG, selanjutnya menyebar hingga ke daerah SANGGAU KAPUAS dan SARAWAK BARAT. sementara yang tetap berbahasa KANDAYANIK menyebar ke arah barat borneo dan selatan. SELANJUTNYA WARGA DAYAK yang berbahasa BIDAYUHIK itu lalu membangun sebuah peradaban / tamadun KERAJAAN BARU di hulu sungai sekayam. KERAJAAN BIDAYUHIK itu didirikan oleh PANGGAU, karena itu di kenal sebagai NEGERI PANGGAU. Kelak di NEGERI PANGGAU juga terjadi lebih dari satu kali perselisihan, pada perselisihan yang pertama BEBERAPA BANGSAWAN negeri panggau yang di usir, mereka itu lalu menyusuri sungai sekayam, lalu mudik sungai kapuas, ada yang terus mudik ke hulu sungai kapuas yaitu sungai rungan dan ada yang mudik ke hulu sungan melawi (anak sungai kapuas). setelah itu PARA BANGSAWAN itu di melanjutkan perjalanan darat ke arah selatan yaitu KALIMANTAN BAGIAN TENGAH. ketika di dalam perjalanan darat, mereka di bawa dengan TANDU oleh para prajurit yang mengikutinya, tandu mereka itu di buat dari PALANGKA BULAU (logam mulia). keturunan mereka inilah yang menjadi DAYAK-DAYAK kalimantan bagian tengah, selatan dan timur yang pada suatu masa keturunan mereka itu juga menyebar hingga ke sabah, keturunan mereka itulah yang disebut DAYAK KDM (Kadazan, Dusun, Murut) di Sabah itu. sementara yang masuk ke hulu sungai rungan tadi lalu melanjutkan perjalanan darat juga ke arah timur, KETURUNAN MEREKA itulah yang disebut DAYAK PUNAN atau PENAN itu.

    BalasPadam
  3. Sambungan.......


    KEMUDIAN sebagian warga Dayak yang tetap berbahasa Dayak awal (BAHASA KANDAYANIK) dari negeri Sapangko (DAERAH GUNUNG BAWANG)bermigrasi ke arah timur kalimantan barat, dan menetap di daerah gunung keongkandang, keturunan mereka inilah yang dikenal dengan sebutan DAYAK IBAN. Pada suatu masa ORANG IBAN YANG TELAH beranak pinak dan menyebar di timur KAL_BAR ini pindah ke NEGERI PANGGAU (Kerajaan Panggau) di hulu sekayam, dan sebagian ke arah barat yaitu di daerah timur Pontianak (BINUA BUKIT), pada waktu itu bahasa iban masih sama dengan bahasa Dayak kanayatn (rumpun BAHASA KANDAYANIK). KEMUDIAN Pada suatu masa di negeri Panggau terjadi lagi perselisihan antar bangsawan bersama warga pengikutnya, pada perselisihan ini banyak warga yang yang mengikuti salah satu kelompok bangsawan yang berselisih itu yang memakan JAMUR yang banyak di tanami oleh warga dari pihak lawan bangsawan yang mereka ikuti, jamur beracun yang tidak mematikan itu di tanam di ladang - ladang mereka, RACUN JAMUR tersebut menyebabkan SAKIT SENGAU juga kepada warga yang memakannya, karena penyakit sengau itulah lalu menyebabkan bahasa KANDAYANIK yang dipakai oleh orang iban lalu berubah menjadi BAHASA IBANIK (bahasa dayak Iban yang sekarang). dan karena penyakit sengau itu juga menyebabkan BAHASA BIDAYUHIK terbagi menjadi dua, antara yang tetap seperti dulu yaitu bahasa-bahasa BIDAYUHIK (orang jagoi, bakati, bukat, sadong dan lain-lain) dan BAHASA BIDAYUHIK varian baru (yang bervokal "O") yaitu bahasa- bahasa Dayak jangkang, kembayan, noyan, pompang parindu dan lain-lain.

    Orang Kanayatn (kandayan) yang tinggal di pesisir banyak yang menjadi nelayan (pencari ikan), suatu masa ada diantara mereka yang berlayar mengikuti garis pantai utara borneo, lalu membangun pemukiman di daerah BRUNEI sekarang, mereka itulah yang di kenal dengan ORANG KEDAYAN / ORANG KANDAYAN BRUNEI. sementara nelayan kandayan yang berlayar ke arah selatan, suatu masa lalu bermukim di daerah kalimantan selatan sekarang, mereka ini merupakan nelayan dari BINUA BUKIT di kalimantan barat, keturunan mereka di kalimantan selatan ini dikenal dengan nama DAYAK BUKIT / dayak meratus (asal Binua Bukit), BUKIT (dalam bahasa Dayak meratus)= bagian bawah dari pohon /PANGKAL /ASAL.
    kelak ( RIBUAN TAHUN ) terjadi pertemuan kembali ANTARA penutur-penutur KENDAYANIK DAN BIDAYUHIK, OT DANUMIK,DAN IBANIK , pertemuan tersebut lalu melahirkan BAHASA-BAHASA DAYAK BARU...misal PERCAMPURAN antara bahasa Bananna (KENDAYANIK) + bakati (BIDAYUHIK) = melahirkan bahasa BANYADU...pertemuan bahasa IBANIK + PUNAN= melahirkan BAHASA-BAHASA BANUAKA (Dayak taman, Dayak embaloh). pertemuan ANTARA BAHASA KENDAYANIK (bahasa Dayak pesaguan, kayong, laur, jelai dll) dengan rumpun-rumpun bahasa OT DANUMIK= melahirkan bahasa-bahasa Dayak kalteng, kalsel, kaltim dan sabah. sementara SAUDARA KITA RUMPUN DAYAK APAU KAYAN (bahau, kayan, kenyah, lun bawang, lundayeh) merupakan pencampuran antara bahasa DAYAK PUNANIK DENGAN bahasa-bahasa puak dari Yunan atau mungkin mongolia. DEMIKIAN.

    BalasPadam
  4. Dan pada masa keruntuhan sriwijaya dan sampai berkembangnya agama islam, banyak orang melayu sumatra yang melarikan diri ke borneo, ada yang ke borneo barat (kalimantan barat) keturunan mereka itulah yang disebut suku melayu, sebaliknya yang lari ke kalimantan selatan lalu berasimilasi (asimilation) dengan warga Dayak bukit, dayak ngaju, dayak maanyan, keturunan mereka itulah yang membentuk SUKU BANJAR, meski demikian, antara 90 % sampai 97 % orang Banjar sekarang adalah MANUSIA YANG BERDARAH DAGING DAYAK. SELAIN ITU, ketika kerajaan MALAKA dihancurkan oleh Portugis, ribuan orang melayu semenanjung yang ketakutan juga akhirnya melarikan diri ke borneo, keturunan mereka itulah yang dikenal dengan sebutan MELAYU SAMBAS DAN MELAYU SARAWAK.

    BalasPadam
  5. Sebutan JAWA berasal dari kata sanskrit yaitu JAWA DWIPA yang artnyna adalah Pulau penghasil beras / padi, jaman dahulu pulau apapun atau kerajaan apapun asalkan daerahnya menghasilkan banyak beras disebut JAWA., sejak jaman purba manusia Dayak memang telah makan beras, INGAT FOSIL GUA NIAH SARAWAK, TENGKORAK dAYAK PENAN yang berusia 41 ribu tahun itu, disamping fosil tengkorak, disana juga di ketemukan sebuah belanga yang berisi biji-biji padi.

    BalasPadam
  6. Sumbernya dari cerita-cerita orang Tua, sayang sekali CERITA TURUN TEMURUN ITU belum di buku kan. sekedar pengetahuan, NEGERI PANGGAU di awal tahun masehi, sering disebut NEGERI TAMPUTN UYAH atau TAMPUTN JUYAH atau TAMPUTN JUWAH.

    BalasPadam
  7. Mun benar cerita panel ya,at least ada batu bersurat menjadi rujukan.Mun mcm ya,aku boleh madah borneo tok dolok adalah salah satu tanah di lembah sunda,dibawah maharaja
    sunda,berbangsa melayu.kisah 5000 tahun sebelum masehi.

    BalasPadam

COMMUNITY BIZ COMBO

Bantuan pengiklanan dan banyak lagi

UNLIMITED BROADBAND

Unifi atau Streamyx? Anda pilih.

COWAY THE WATER SPECIALIST

Call or whatsapp 0128477709

NAK PAKAI? NAK JUAL?

KLIK DAN TEMPAH

LEBIH 260 SIARAN

Semua movie terkini di panggung wayang

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...


Assalamualaikum.. Adik saya Termizzi Bin Senak kembali ke warahmatullah lebih kurang 8.30pm 16 Februari 2012. Mohon pembaca sedekah al-fatihah kepada arwah. al-fatihah.

Mak saudara rakan saya ujang (Firdaus) iaitu Cik Dayang Fatimah Binti Abang Drahman telah kembali ke warahmatullah hari ini 22 Februari 2012. Mohon pembaca sedekah al-fatihah kepada arwah. al-fatihah

Guru silat saya Dato Dahlan Ali telah kembali ke warahmatullah pada 19 Mac 2012. Mohon pembaca sedekah al-fatihah kepada arwah. al-fatihah.